Kamis, 06 Oktober 2022
Perguruan Tinggi

30 dosen Untirta Ikuti Seleksi Sertifikasi Dosen tahun 2022

30 dosen Untirta Ikuti Seleksi Sertifikasi Dosen tahun 2022

Serang-Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Perencanaan (BAKP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) mengadakan Verifikasi Faktual Program Insentif Sertifikasi/Kompetensi Dosen  Ruang Student Center 02, Kampus Untirta, Sindangsari, Kabupaten Serang, Senin (12/9/2022).

Kegiatan ini diikuti oleh 30 dosen dari tiap jurusan di lingkungan Untirta dan dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Pengembangan Inovasi, Pengabdian dan Hilirisasi Riset Dr. H. Agus Sjafari, S.Sos., M.Si., Kabiro BAKP Tb Bahtera, R., S.E., M.Si.,  pimpinan unit dan dekanat, staf serta sivitas akademika Untirta lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Agus mengatakan, pada saat ini sertifikasi dosen memang dibutuhkan guna mendongkrak dan mendorong dosen untuk terus berkinerja lebih baik lagi. Ia berharap dengan adanya sertifikasi ini memberikan dampak positif untuk para dosen dalam mengembangkan keilmuannya. “Jika sudah lolos sertifikasi maka perlu dibuktikan dengan tugas dan pengabdian yang tak pernah lelah dan tentu institusi pun akan memberikan apresiasi terkait hal itu,” kata Agus.

Subkoordinator Akademik BAKP Kaerul Kholqi, S.P., menjelaskan, kegiatan ini diikuti oleh dosen yang pendidikannya S2 dan belum memiliki agar memiliki kemampuan lebih dan diakui oleh lembaga sertifikasi nasional salah satunya adalah BNSP.

“Kita melakukan dua kali verifikasi berdasarkan data yang masuk kemudian kita pilih dari pendaftar lewat Si Merdeka 30 dosen yang memenuhi syarat,” ujarnya.

“Ada sertifikat profesi dan kompetensi. Jadi nanti tergantung dosen sesuai profesinya. Diharapkan dosen merasakan manfaatnya, kemampuannya bertambah dan mendapat pengakuan sesuai dengan profesinya tidak hanya untuk kampus tetapi juga untuk masyarakat,” tambahnya.

Salah satu peserta kegiatan Siti Musayaroh, M.Pd., mengungkapkan, pihak universitas memberikan kesempatan kepada dosen mendapatkan sertifikasi dan dibiayai sesuai bidang atau background pendidikan di bidang keahlian masing-masing.

“Alangkah lebih baiknya kita punya sertifikasi untuk diketahui sesuai dengan yang dibutuhkan dalam pengajaran. Selebihnya tentunya sebagai ajang untuk menambah keilmuan sebagai akademisi,” ungkapnya.(Mul/MA/HI/AAP/VDF)