Selasa, 29 November 2022
Perguruan Tinggi

Gencarkan Petani Muda, Tim DM UB Gandeng P4S Bumiaji

Gencarkan Petani Muda, Tim DM UB Gandeng P4S Bumiaji

Pertanian merupakan salah satu sumber bahan makanan untuk kelangsungan kehidupan manusia. Namun sayangnya regenerasi pekerja bidang pertanian di Indonesia saat ini berjalan sangat lambat. Sebagian besar pekerja di bidang pertanian berusia lebih dari 44 tahun. Survey BPS pada tahun 2018 menunjukkan bahwa hanya 12% Petani yang berusia dibawah 34 Tahun.

Data tersebut menunjukkan tidak banyak penduduk Indonesia yang berminat untuk bertani dan stereotip bertani itu kotor dan pekerjaan yang berlumpur. Namun di sisi lain, penerapan teknologi digital di dunia pertanian semakin berkembang. Implementasi teknologi ini dapat meningkatkan efisiensi dalam dunia pertanian. Namun penerapan teknologi tersebut di Indonesia masih sangat terbatas.

Dari permasalahan ini, Tim Doktor Mengabdi Universitas Brawijaya menggandeng Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya P4S Bumiaji Sejahtera mengembangkan sistem pelatihan untuk petani muda. Tim ini terdiri dari Muhammad Aziz Muslim Ph.D dan Dr. Raden Arief Setyawan dari Fakultas Teknik, Dr. Rosihan Asmara dari Fakultas Pertanian, Achmad Basuki Ph.D dari Fakultas Ilmu Komputer serta Agung Nugroho Lutfi dari Fakultas Ilmu Administrasi.

Kolaborasi dosen lintas fakultas ini membuat percontohan pengembangan sistem pertanian secara digital, dengan penerapan teknologi IOT bagi greenhouse di lokasi P4S Bumiaji Sejahtera.

Tim ini juga memberikan pelatihan kepada petani, tentang penerapan IOT di bidang pertanian dengan workshop hands-on menggunakan modul ESP32 dengan sensor kelembaban tanah, sensor suhu serta relay untuk mengaktifkan pompa. Seluruh peserta sangat antusias dalam mencoba membuat sendiri modul IOT dengan piranti tersebut.

Apresiasi positif disampaikan oleh Rakhmat Hardiyanto, sebagai ketua P4S Bumiaji. “Sudah saatnya bahwa petani tidak lagi menggunakan cara-cara tradisional untuk bertani. Penerapan teknologi sudah menjadi kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi serta control pada produk pertanian”, ujarnya.

Pria yang pernah memperoleh penghargaan sebagai petani berprestasi dari Menteri Pertanian ini juga mengatakan bahwa kolaborasi antara P4S Bumiaji dengan UB sejak tahun 2018 ini telah banyak berkontribusi bagi petani, khususnya di daerah Bumiaji.

Menurut Muhammad Aziz Muslim selaku ketua Tim DM UB, kelompok ini mencoba membuat suatu sistem percontohan implementasi teknologi di bidang pertanian.

“Sistem ini berupa perangkat IOT yang di implementasikan pada greenhouse untuk mengendalikan berbagai parameter seperti penyiraman, pengaturan kelembaban, pengaturan pH pupuk, kadar CO, TDS dll. Perangkat ini akan secara otomatis mengendalikan kondisi greenhouse sesuai dengan konfigurasi yang ditentukan oleh petani. Diharapkan dengan adanya system IOT di P4S ini dapat memberikan demonstrasi dan percontohan bagi petani muda tentang penerapan teknologi di bidang pertanian”, ujarnya.

Dengan penerapan teknologi digital menggunakan IOT, imbuh Aziz, mekanisasi pertanian dapat dikendalikan oleh perangkat smartphone yang sangat dekat dengan generasi muda. “Sehingga diharapkan minat generasi muda untuk menggeluti dunia pertanian semakin meningkat”, pungkasnya.