Selasa, 27 September 2022
Perguruan Tinggi

Pembukaan Visitasi Akreditasi Internasional AQAS- Prodi Seni Rupa Murni dan Antropologi

Pembukaan Visitasi Akreditasi Internasional AQAS- Prodi Seni Rupa Murni dan Antropologi

Universitas Brawijaya (UB) menyelenggarakan proses akreditasi internasional untuk program studi Seni Rupa Murni dan Antropologi. Penilaian kali ini dilakukan oleh lembaga akreditasi Agentur zur Qualitätssicherung an Hochschulen mit Sitz in Köln (AQAS) untuk Prodi Seni Rupa Murni dan Antropologi pada Fakultas Ilmu Budaya (FIB) di Gedung Rektorat UB, lantai 8, Senin (5/9/2022).

Rektor UB Prof Widodo dalam pembukaan menjelaskan tentang profil UB mulai dari visi misi, jumlah mahasiswa, program studi hingga prestasi yang dimiliki dosen dan mahasiswa UB.

Pada sambutannya Prof. Widodo juga menyampaikan tolok ukur perkembangan UB hingga tahun 2039.

“Pada tahun 2024 sampai 2029, UB berada pada peringkat kurang dari 500 untuk lembaga akreditasi QS rank dan sudah 60 persen prodi terakreditasi internasional. Di tahun 2029 sampai 2034 merupakan masa innovation expansion dengan peringkat UB pada QS kurang dari 400 dan jumlah prodi terakreditasi internasional naik mencapai 85 persen. Di tahun 2034 sampai 2039 UB berada pada peringkat 300 dengan 85 persen prodi terakreditasi,”katanya.

Selain menjelaskan tentang milestone development, mantan Dekan FMIPA tersebut juga mengungkapkan tentang keterlibatan UB dalam program MBKM.

Dikatakannya,mahasiswa UB terlibat dalam sembilan program antaralain Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), yaitu BANGKIT, Kampus Mengajar, Permata Merdeka, Magang dan Studi Independen Bersertifikat, Pertukaran Pelajar Merdeka, Program Transfer Kredit Internasional, Indonesia Internasional Student Mobility, dan GERILYA.

Pada kegiatan tersebut, asesor tim AQAS terdiiri dari Assoc. Prof. Dr. Keum Hyun Kim, University of Malaya (Malaysia), Department of Asian and European Languages, Faculty of Languages & Linguistics, Prof. Jörg Obergfell, Trier University of Applied Sciences Department Art and Design; Karina Tungari, Illustrator and Graphic Designer, Hamburg,
Germany (Representative of the labour market); serta Ribal Zeitouni, Technische Universität Berlin, Culture and Technology (Student representative). (OKY/Humas UB).