Kamis, 29 September 2022
Perguruan Tinggi

Lulusan Dokter Termuda ini Ingin Mengabdi di Daerah 3T

Lulusan Dokter Termuda ini Ingin Mengabdi di Daerah 3T
Calista Felicia Ghaydaqila. Foto: Rony Setiantoko Humas UB

Lulusan termuda dari Jurusan Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) ingin mengabdi di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Calista Felicia Ghaydaqila, menyandang gelar sarjana kedokteran pada umur 18 tahun dengan IPK 3.64.

Calista mengatakan cita-citanya kedepan setelah lulus Koas dan jadi dokter umum ingin mengabdi di daerah perbatasan karena menurutnya jumlah tenaga kesehatan di daerah tersebut masih terbilang sedikit dan tidak merata.

“Mayoritas dokter banyak yang berada di Pulau Jawa atau daerah asalnya. Saya ingin sekali mengabdi di perbatasan dan menolong warga,”katanya.

Anak ke 3 dari empat bersaudara tersebut berharap keinginannya mengabdi di perbatasan disetujui oleh kedua orang tuanya.

Calista mengatakan nanti kalau sudah lulus dia ingin mengambil spesialis anak karena suatu saat dia akan menjadi seorang ibu.

Sementara, ditanya mengenai bagaimana dia belajar, Calista sendiri mengaku bukan tipe mahasiswa yang memaksakan diri. Baginya kunci agar yang didapatnya bisa maksimal dia akan belajar di waktu yang menurutnya efektif.

“Jadi saya bukan tipe yang memaksakan diri untuk belajar. Saya hanya memanfaatkan waktu yang efektif untuk belajar. Misalkan saya belajar di pukul 03.00 dan kalau sudah lelah tidak akan saya lanjutkan. Kalau saya paksakan malah hanya lewat-lewat saja apa yang saya pelajari,”katanya

Calista memulai jenjang pendidikan pada usia 4 tahun di Sekolah Dasar. Lulus dari SD, Calista masuk ke program akselerasi di SMPN 3 Tangerang Selatan dan di SMAN 2 Tangerang Selatan. Dari sekolah tersebut, Calista mampu menyelesaikan pendidikan selama dua tahun dan masuk jurusan kedokteran pada jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) di usia 14 tahun. (OKY/Humas Ub)