Jumat, 30 September 2022
Perguruan Tinggi

Mencegah HIV/AIDS Harus Dilakukan Sejak Dini

Mencegah HIV/AIDS Harus Dilakukan Sejak Dini

[Kanal Media Unpad] Ahli Psikiatri Fakultas Kedokteran Unpad dr. Teddy Hidayat, Sp. KJ(K), mengatakan bahwa pengendalian HIV/AIDS terus mengalami tantangan. Upaya penanggulangan yang saat ini ada pun belum optimal untuk mengatasi penularan.

Diungkapkan Teddy, berbeda dengan sepuluh tahun lalu di mana penularan masih banyak karena jarum suntik, saat ini penularan lebih banyak karena aktivitas seksual berisiko. Dengan demikian, penularannya sangat sulit dikendalikan.

“Mengendalikan HIV/AIDS masa kini dan mendatang sangat sulit karena penularannya terutama melalui aktivitas seksual berisiko,” kata dr. Teddy dalam acara kajian Syamil x LDF “Mengenal Ancaman HIV/AIDS di Sekitar Kita/Kehidupan Mahasiswa” yang diselenggarakan secara daring pada Sabtu (17/9/2022) lalu.

Teddy menjabarkan, untuk mengontrol HIV, termasuk di lingkungan kampus, harus fokus pada transimisinya. Jika transmisinya adalah terkait aktivitas seksual, pencegahannya pun harus fokus di situ. Perubahan perilaku pun dinilai penting untuk dilakukan.

“Apa yang bisa dilakukan? changes behavior itu nomor satu,” kata Teddy.

Dikatakan Teddy, selain faktor individu, faktor lingkungan menjadi salah satu yang penting diperhatikan di kalangan mahasiswa. Mahasiswa sering takut dikatakan kuno, rasa ingin tahu yang besar dan merasa diri hebat, serta tidak mampu mengatasi desakan teman atau pacar karena tidak percaya diri dan tidak berani menolak.

Pada kesempatan tersebut, Teddy juga menekankan bahwa pencegahan sedari dini sangat penting dilakukan. Pencegahan penting diawali dengan menghindari perilaku yang berisiko HIV/AIDS.

“Makin awal kita bisa mencegah maka semakin baik,” kata dr. Teddy.

Anak-anak pun perlu dicegah sedari dini agar tidak memilik risk behavior saat remaja atau dewasa. Pola asuh dan pola didik dari orang tua juga menjadi penting agar mereka tidak memiliki high risk behavior.

“Kalau ingin meregenerasi berikut lebih kuat, kepribadian itu dibentuk 5 tahun pertama kehidupan. Oleh Karena itu pada saat itulah sebenarnya kita harus mulai intervensi,” kata dr. Teddy.

Webinar tersebut dibuka oleh Direktur Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni Dr. Eng. Boy Yoseph Cahya Sunan Sakti Syah Alam, S.T., M.T. Selain Teddy, acara tersebut juga menghadirkan pembicara Penggiat Yayasan Peduli Sahabat Sinyo Egie dan Wakil Ketua Komisi Penelitian dan Pengkajian MUI Pusat ust. Wido Supraha. Acara juga dihadiri oleh Pembina Syamil Dr. Cukup Mulyana. (arm)*