Minggu, 29 Januari 2023
Perguruan Tinggi

EKBIU, Inovasi Tes Kemampuan Berbahasa Indonesia Karya Dosen Unpad

EKBIU, Inovasi Tes Kemampuan Berbahasa Indonesia Karya Dosen Unpad

Laporan oleh Anggi Kusuma Putri

[Kanal Media Unpad] Bagi sebagian orang pasti sudah tidak asing lagi dengan TOEFL (Test of English as a Foreign Language), atau tes yang dibuat secara khusus untuk menguji kemampuan bahasa Inggris bagi orang asing. Terinspirasi dari hal tersebut, tim Program Studi Sastra Indonesia Universitas Padjadjaran merancang tes serupa untuk menguji kemampuan berbahasa Indonesia pada mahasiswa.

Tes bernama Evaluasi Kompetensi Berbahasa Indonesia Unpad atau EKBIU adalah inovasi dalam pengajaran mata kuliah Bahasa Indonesia di Unpad. EKBIU dirancang secara khusus oleh tim yang terdiri dari seluruh dosen Prodi Sastra Indonesia Unpad.

Menurut Wakil Dekan Bidang Pembelajaran, Kemahasiswaan, dan Riset FIB yang juga Dosen Prodi Sastra Indonesia Unpad Dr. Lina Meilinawati Rahayu, M.Hum., tes EKBIU pertama kali diperkenalkan kepada mahasiswa baru tahun ajaran 2022/2023.

Tes ini digunakan untuk mengukur kemampuan berbahasa Indonesia mahasiswa Unpad melalui metode yang diadaptasi dari IELTS atau TOEFL.

Lina menjelaskan, dasar pemikiran dari perancangan EKBIU adalah adanya perbedaan kemampuan berbahasa Indonesia yang dimiliki setiap mahasiswa. Tim menemukan, ada sebagian mahasiswa yang sudah dapat berbahasa Indonesia dengan baik, tetapi sebagian lainnya masih mengabaikan kaidah kebahasaan dalam berbahasa Indonesia.

Menyadari bahwa pembelajaran bahasa Indonesia serupa dengan bahasa Inggris, maka tim membuat alat tes EKBIU. Melalui tes ini, mahasiswa baru yang lulus tes tidak perlu lagi mengikuti mata kuliah Bahasa Indonesia pada OKK. Sementara bagi yang belum lulus, mereka wajib mengikuti mata kuliah untuk kemudian diujikan lagi di akhir masa perkuliahan.

Secara teknis, mahasiswa akan diberikan kumpulan soal mengenai materi kemampuan berbahasa yang dapat dipakai untuk keperluan menulis karya ilmiah. Total keseluruhan soal yang diujikan sebanyak 100 soal. Mahasiswa dinyatakan lolos tes jika mereka menyelesaikan 75 soal.

“Soalnya 100, betul 75 artinya bisa dipastikan orang itu sudah tahu kaidah penulisan bahasa Indonesia untuk karya ilmiah,” jelas Lina.

Pada pelaksanaan tes EKBIU pertama didapatkan hasil 48% mahasiswa lulus tes dan tidak perlu mengikuti perkuliahan Bahasa Indonesia. Sementara mahasiswa yang belum lolos tes EKBIU wajib mengikuti mata kuliah tersebut secara asinkronus melalui Live Unpad.

“Kami memberikan semua materi di Live Unpad, mereka bisa mempelajari kapan saja,” kata Lina.

Selain itu, mata kuliah ini juga dilengkapi dengan kuis yang dapat dikerjakan kapan dan di mana saja. Setelah melewati satu semester mempelajari materi yang telah diberikan, selanjutnya mahasiswa melakukan tes EKBIU kembali untuk mengevaluasi hasil pembelajaran.

Lina mengatakan, walaupun EKBIU dirancang oleh tim dari Unpad, tidak menutup kemungkinan di masa yang akan datang inovasi pembelajaran bahasa Indonesia seperti ini akan dikembangkan di luar Unpad juga. (arm)*