Rabu, 07 Juni 2023
Perguruan Tinggi

Monev UTBK-SNBT, Rektor : Perketat Pengawasan dan Tindak Tegas Kecurangan

Monev UTBK-SNBT, Rektor : Perketat Pengawasan dan Tindak Tegas Kecurangan

REKTOR UNIB Dr. Retno Agustina Ekaputri, S.E, M.Sc bersama Ketua Senat universitas, para Wakil Rektor, para Dekan dan pimpinan unit kerja lainnya, melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) pelaksanakan Ujian Tulis Berbasis Komputer dalam rangka Seleksi Nasional Berbasis Tes (UTBK-SNBT) PTN Akademik, PTN Vokasi, dan Perguruan Tinggi Keagamaan Agama Islam Negeri (PTKIN) yang dilaksanakan panitia lokal Bengkulu, Rabu (10/5/2023).

Rektor dan rombongan mengunjungi lokasi tes UTBK di Dekanat FH UNIB.(foto:hms1)

Setelah berkumpul di gedung rektorat, Rektor bersama ketua senat dan para dekan menaiki bus kampus berkeliling mengunjungi sejumlah gedung dan ruangan di kampus utama UNIB yang digunakan sebagai lokasi pelaksanaan UTBK.

Kujungan pertama dilakukan pada Gedung Dekanat Fakultas Hukum, dilanjutkan ke Gedung S Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Laboratorium Tanah Fakultas Pertanian, Gedung Fakultas Kedokteran, Laboratorium Terpadu Fakultas Teknik, Gedung Perpustkaan dan terakhir di Gedung Lembaga Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (LPTIK).

Rektor dan rombongan ketika mengunjungi UTBK di Gedung FEB dan Lab. Tanah Fak. Pertanian.(foto:ms1)

Dalam setiap kunjungannya ke ruangan tempat dilaksanakan UTBK, Rektor berdiskusi dengan panitia pengawas dan pelaksana lainnya untuk memastikan seluruh fasilitas berfungsi dengan baik dan tidak menghambat jalannya tes.

Rektor juga menegaskan kepada seluruh panitia pelaksana dan pengawas agar seluruh peserta tes dilakukan pemeriksaan secara ketat agar tidak terjadi kecurangan dan menghindari perbuatan yang menyimpang dari ketentuan. “Jangan lengah dalam pengawasan dan segera laporkan jika menemukan gerak gerik peserta yang mencurigakan,” ucap Rektor kepada para pengawas.

Rektor memastikan metal detektor berfungsi dengan baik ketika memeriksa peserta tes.(foto:hms1)

Setelah melakukan peninjauan langsung ke lokasi tes dan memastikan pelaksanaan UTBK-SNBT berjalan baik sebagaimana mestinya, Rektor beserta Ketua Senat universitas dan para dekan menggelar rapat evaluasi di ruang ICT Centre Gedung LPTIK UNIB.

Pada rapat Monev tersebut, Ketua Panlok UTBK-SNBT Bengkulu yang juga Wakil Rektor I Bidang Akademik UNIB Prof. Dr. Mochamad Lutfi Firdaus, S.Si, M.Si menjelaskan, pelaksanaan UTBK dimulai tanggal 8 Mei hingga 24 Mei 2023.

Jumlah peserta UTBK sebanyak 7935 orang yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Para peserta merupakan siswa SMA sederajat dan siswa Paket C yang lulus tahun 2021, 2022, dan 2023.

Rektor meninjau ruangan dan sarana prasarana di ruangan tes UTBK.(foto:hms1)

Sebagai salah satu Pusat UTBK, Universitas Bengkulu menyelenggarakan 17 sesi tes yang bertempat di 9 lokasi di lingkungan UNIB. Setiap hari sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, pelaksanaan UTBK terdiri dari dua sesi, yaitu sesi pagi dan sesi siang. Sesi pagi dilaksanakan pukul 06.45–10.00 WIB, sedangkan sesi siang dilaksanakan pukul 12.30–16.15 WIB. Jumlah peserta per sesi sebanyak 520 orang, kecuali sesi ke 5 yaitu 500, Sesi 7,8 & 9 berjumlah masing-masing 460 peserta, ke-17 yang diikuti peserta sebanyak 282 orang.

Mengacu pada jadwal yang telah diatur tim pelaksana SNPMB 2023 atau Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru tahun 2023 akan dilaksanakan dalam dua gelombang dan berlangusung selama 14 hari.

Pelaksanaan Gelombang 1 UTBK SNBT 2023 akan dilakukan mulai dari tanggal 8 hingga 14 Mei 2023, sedangkan untuk Gelombang 2 UTBK SNBT 2023 akan berlansung pada 22 hingga 28 Mei 2023.

Rektor meninjau lokasi tes UTBK guna memastikan suasana tertib, tenang dan kondusif.(foto:hms1)

Materi UTBK yang akan diujikan salah satunya berupa Tes Potensi Skolastik yang meliputi kemampuan penalaran umum, kemampuan kuantitatif, pengetahuan dan pemahaman umum, serta kemampuan memahami bacaan dan menulis. Selain itu terdapat pula tes literasi dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, serta Tes Penalaran Matematika.

Peserta UTBK  hadir di lokasi 45 menit sebelum tes dimulai pada setiap sesinya. Peserta UTBK SNBT 2023 wajib membawa Kartu Tanda Peserta UTBK 2023, wajib pake masker, Surat keterangan kelas 12 dan KTP, dokumen resmi lainnya, serta wajib menggunakan dan mengikuti peraturan yang diberlakukan di Pusat UTBK.

Tiga Peserta Terindikasi Curang

Dalam rapat Monev tersebut, Ketua Panlok UTBK-SNBT 2023 Bengkulu Prof. Mochamad Lutfi Firdaus juga menjelaskan, pihak panitia melakukan pemeriksaan ketat terhadap seluruh peserta tes. Sebelum masuk ke ruangan tes, selain memeriksa berkas-berkas kelengkapan administrasi peserta, panitia juga menggunakan alat metal detektor untuk memeriksa barang-barang yang melekat pada badan dan pakaian peserta.

Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. M. Lutfi Firdaus memaparkan kondisi tes UTBK-SNBT.(foto:hms1)

Dari pemeriksaan ketat tersebut, pada hari kedua pelaksanaan tes, Selasa 9 Mei 2023, panitia menemukan tiga orang peserta yang terindikasi berbuat curang. Setelah diperiksa menggunakan metal detektor, terdapat alat-alat komunikasi canggih melekat di badan peserta yang ditutupi kostumnya dan dirancang sedemkian rupa untuk memfoto soal dan berkomunikasi dengan pihak luar menggunakan mini headseat yang dipasang pada lubang telinganya.

“Disinyalir alat-alat komunikasi canggih yang melekat pada badan dan kostum peserta tersebut merupakan modus untuk melakukan perjokian atau mengerjakan soal-soal tes dengan bantuan pihak tertentu di luar lokasi tes,” ungkap Prof. M. Lutfi Firdaus.

Berkat kesigapan dan pengawasan dilakukan panitia, alat-alat komunikasi canggih yang ditemukan melekat pada badan peserta tersebut lalu disita sebagai alat bukti. Peserta bersangkutan dikeluarkan dan dicoret dari kepesertaan serta dinyatakan tidak lulus. Dan kemudian, ketiga peserta yang disinyalir melakukan kecurangan tersebut telah dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk diproses lebih lanjut.

Dari penelusuran panitia, ketiga peserta disinyalir curang tersebut berasal dari Pulau Jawa. Ketiganya juga mengikuti tes untuk masuk Fakultas Kedokteran pada universitas-universitas di Pulau Jawa, bukan Fakultas Kedokteran UNIB.

“Jadi, di UNIB ini hanya tempat tes nya saja. Namun karena kita menerapkan pemeriksaan yang ketat, akhirnya indikasi kecurangan tersebut dapat segera terdeteksi sehingga tidak mengganggu dan merugikan peserta lainnya,” papar Prof. Lutfi Firdaus.

Rektor memberi arahan dan mengajak seluruh pihak berkomitmen ciptakan tes SNBT yang bersih dan bebas dari kecurangan.(foto:hms1)

Menanggapi laporan tentang adanya indikasi kecurangan peserta tes tersebut, Rektor UNIB Dr. Retno Agustina Ekaputri kembali menegaskan bahwa UNIB sangat berkomitemen mewujudkan pelaksanaan seleksi dan tes masuk mahasiswa baru yang bersih, bebas dari praktek segala bentuk perjokian dan kecurangan-kecurangan lainnya.

“Karena itu kepada seluruh panitia dan pengawas Saya tekankan agar bekerja secara professional, jangan lengah dan perketat terus pengawasan. Pada tes hari-hari berikutnya, Saya harap peserta jangan coba-coba untuk berbuat curang. Jika berbuat curang otomatis tidak lulus dan akan mendapat tindakan tegas,” ucap Dr. Retno.[Penulis : Purna Herawan/Humas].