Rabu, 05 Oktober 2022
Perguruan Tinggi

Unika Soegijapranata Tak Haruskan Skripsi Sebagai Penentu Kelulusan

Unika Soegijapranata Tak Haruskan Skripsi Sebagai Penentu Kelulusan

Rektor Unika Soegijpranata, Semarang, Dr Ferdinandus Hindiarto MSi mengatakan, sesuai dengan arahan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) RI, terkait kampus merdeka dalam belajar, kini pihaknya memberikan beragam pilihan untuk menyelesaikan tugas akhir.

Menurutnya, setiap mahasiswa pada dasarnya memiliki talenta yang berbeda. Mahasiswa S1 Unika, kini tak lagi dibebani penyusunan skripsi, sebagai bagian dari syarat untuk menyelesaikan studi.

”Tahun ini baru kami mulai adanya kebijakan ragam tugas akhir bagi mahasiswa. Dan respon mahasiswa pun positif. Sebab menurut kami, talenta atau bakat yang dimiliki setiap mahasiswa tidaklah sama,” kata Rektor dalam keterangannya, usai melepas 628 wisudawan mahasiswa Unika, di kampus tersebut, Sabtu (17/9/2022).

Ditambahkannya, selain penyusunan skripsi, beberapa pilihan tugas akhir yang bisa dipilih mahasiswa, di antaranya atikel ilmiah, publikasi, prosiding, magang hingga membuat proyek.

Adanya pilihan tugas akhir yang diambil itu, harus disesuaikan dengan bidang atau rumpun keilmuan mahasiswa saat kuliah. Ini sekaligus untuk memotivasi mahasiswa, yang sedang dalam proses tugas akhir perkuliahan.

”Meski bentuknya bukan skripsi, tetapi mereka wajib melaporkan, berkonsultasi dan meminta arahan dari dosen pembimbing, seperti halnya saat membuat skripsi. Mereka harus secara rutin melaporkan perkembangannya. Hal ini harus dilakukan, agar tugas akhir yang dikerjakan tetap terukur,” harap Rektor.

Sedangkan Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr Berta Bekti Retnawati menjelaskan, pilihan tugas akhir itu merupakan bagian dari upaya Kampus Unika untuk melakukan percepatan studi mahasiswa.

Diungkapkan pula, banyak mahasiswa yang terbantu, ketika melakukan penelitian bersama dosen pembimbing. Para mahasiswa diberikan pembimbingan secara terstruktur, dan didorong untuk bisa lulus tepat waktu.

Terkait dengan pelaksanaan wisuda, Dr Berta mengungkapkan, kali ini merupakan periode ketiga, dengan jumlah 688 wisudawan. Disampaikan juga, wisuda kali ini dilaksanakan dalam tiga sesi, dan mungkin yang terbanyak sepanjang pelaksanaan wisuda Unika.

#https://suarabaru.id/2022/09/18/unika-soegijapranata-tak-haruskan-skripsi-sebagai-penentu-kelulusan