Kamis, 29 September 2022
Perguruan Tinggi

Lecturer Mobility UNIB Tingkatkan Kolaborasi Antar Perguruan Tinggi

<strong><em>Lecturer Mobility</em></strong><strong> UNIB Tingkatkan Kolaborasi Antar Perguruan Tinggi</strong><strong></strong>

PROGRAM Lecturer Mobility UNIB yang memberangkatkan ratusan dosen berkunjung ke enam perguruan tinggi di Pulau Sumatera, awal September 2022, mendapat perhatian dan apresiasi dari berbagai pihak baik internal maupun eskternal. Kegiatan ini dinilai sangat penting dan berguna untuk meningkatkan kolaborasi antar perguruan tinggi dalam berbagai aspek tri dharma perguruan tinggi.

Rektor bersama puluhan dosen ketika melaksanakan Lecturer Mobility ke UNJA. (foto:hms1)

Rektor Universitas Jambi (UNJA) Prof. Drs. Sutrisno, M.Sc misalnya, usai mendapat kunjungan Rektor UNIB beserta rombongan dalam program Lecturer Mobility, pihaknya merasa bangga, senang dan berterima kasih atas kunjungan tersebut. Bahkan pihaknya berencana melakukan kunjungan balasan ke UNIB dalam rangka menindaklanjuti kesepakatan kerjasama yang telah didiskusikan dan disepakati.

“Memang di zaman modern sekarang ini, kolaborasi penting dilakukan untuk mencapai kemajuan bersama. Kita di dunia perguruan tinggi ini memiliki persoalan yang sama dan kompleks. Perlu adanya sharing pendapat dan kolaborasi antar perguruan tinggi untuk mengurai persoalan yang ada dan saling membantu untuk mencari solusi terbaik demi mencapai kemajuan perguruan tinggi di Indonesia,” ujar Prof. Sutrisno usai menjamu makan malam Rektor UNIB dan rombongan, Selasa (6/9/2020).

Rektor dan para Wakil Rektor UNJA menyambut baik Lecturer Mobility UNIB. (foto:hms1)

Melalui program Lecturer Mobility ini kata Prof. Sutrisno, selain menjemput nilai-nilai silahturahmi, masing-masing dosen antar program studi dan fakultas yang relevan bisa saling sharing informasi dan pengalaman sebanyak-banyaknya, saling mengadopsi program-program yang dilaksanakan, baik menyangkut tata kelola, tentang bagaimana meningkatkan akreditasi, tentang MBKM, joint research, pengabdian kepada masyarakat dan kegiatan tri dharma perguruan tinggi lainnya.

“Karena itu menurut Saya Lecturer Mobility yang dilaksanakan UNIB ini sangat penting dan harus ditingkatkan. Kita pun dalam waktu dekat akan berkunjung ke UNIB untuk menindaklanjuti kesepakatan-kesepakatan yang telah dibuat serta melihat program-program di UNIB untuk diadopsi, demi kemajuan bersama. Sebagai suatu komunitas, kita sulit mencapai kemajuan jika tidak dilakukan bersama-sama,” tukas Prof. Sutrinso.

Wakil Rektor I UNIB dan rombongan dosen ketika melaksanakan Lecturer Mobility di ITERA. (foto:net)

Secara terpisah, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Teknologi Sumatera (ITERA) Lampung, Prof. Dr. Eng. Khairurrijal, M,.Si, juga menyambut baik dan memberikan tanggapan positif atas kunjungan puluhan dosen UNIB ke ITERA dalam program Lecturer Mobility. Menurutnya, melalui program ini dosen ITERA dan UNIB dapat daling sharing, baik dalam pelaksanaan pendidikan, penelitian, hingga pengabdian masyarakat.

“Kegiatan ini dapat mendorong UNIB dan ITERA bisa lebih maju lagi dan berkontribusi besar dalam membangun kemajuan dunia perguruan tinggi di Indonesia,” ujarnya, ketika menyambut Wakil Rektor Bidang Akademik UNIB Prof. Dr. Mochamad Lutfi Firdaus, S.T, M.T beserta rombongan di Aula Gedung C ITERA, Selasa (6/9/2022).

Sebelumnya, segenap unsur pimpinan Universitas Bangka Belitung (UBB), Universitas Negeri Padang (UNP) dan Universitas Andalas (UNAND) Sumatera Barat, juga mengungkapkan rasa senang dan bangganya menerima kunjungan dosen-dosen UNIB dalam program Lecturer Mobility.

Rombongan dosen UNIB ketika Lecturer Mobility ke Universitas Andalas – Sumatera Barat. (foto:net)

Dekan FMIPA UNAND Prof. Dr. Syukri Arief misalnya, mengatakan bahwa pihaknya sangat antusias berdiskusi dan saling berbagi informasi tentang MBKM dan berbagai hal menyangkut tri dharma perguruan tinggi dengan dosen-dosen FMIPA UNIB yang antara lain diwakili oleh Dr. Mulia Astuti dan Dr. Supriyadi.

“Dengan kunjungan ini kita berharap menjadi awal bagi FMIPA UNAND dan FMIPA UNIB untuk melakukan kolaborasi kedepannya. Melalui kegiatan ini kita bisa sharing tentang berbagai hal, dan semoga ini bisa menjadi pembuka jalan untuk kerjasama yang lebih banyak lagi nantinya” ujarnya.

Rombongan dosen UNIB ketika lecturer mobility ke UNSRI – Sumatera Selatan. (foto:net)

Berikutnya, kegiatan Lecturer Mobility UNIB di Universitas Sriwijaya (UNSRI), Palembang-Sumatera Selatan, juga disambut baik dan mendapat apresiasi dari segenap piminan UNSRI dan pimpinan fakultas selingkup UNSRI. Di FISIP UNSRI misalnya, kehadiran dosen FISIP UNIB Dr. Alfarabi, S.Sos, MA dan Wahyu Widiastuti, S.Sos, M.Si serta Suratman, S.IP, M.Si disambut dengan antusias penuh rasa persahabatan oleh Dekan dan para Wakil Dekan serta para dosen FISIP UNSRI.

“Kunjungan teman-teman dari FISIP UNIB ini tentu sangat penting dan bermakna untuk meningkatkan kolaborasi antar perguruan tinggi. Selain mempererat silahturahmi, kita bisa berdiskusi dan saling menjajaki kerjasama untuk kegiatan-kegiatan tri dharma perguruan tinggi, seperti pengelolaan laboratorium, pertukaran artikel, join research, peningkatan kemampuan pengajaran, serta implementasi MBKM,” ujar Dekan FISIP UNSRI, Prof. Dr. Alfitri, M.Si.

Bagaimana tanggapan dosen UNIB sendiri setelah mengikuti Program Lecturer Mobility ? Mewakili dosen senior, Dr. Arfilafiza, SH, M.Hum dari Fakultas Hukum UNIB, mengungkapkan dirinya sangat bangga dan memberikan apresiasi yang tinggi untuk program ini. Kegiatan ini bukan kunjungan biasa, karena banyak hal terkait tri dharma perguruan tinggi yang didiskusikan lalu dicarikan formula kerjasamanya dengan dosen-dosen dari perguruan tinggi yang dikunjungi.

“Betul kata Ibu Rektor, kata kunci yang harus kita hasilkan dari Lecturer Mobility ini adalah peningkatan kolaborasi antar perguruan tinggi mencakup berbagai aspek kegiatan tri dharma perguruan tinggi. Nah, hal ini menurut saya lebih dari sebatas pencapaian IKU-3, tapi bagaimana agar kita mampu berkontribusi memajukan perguruan tinggi di Indonesia. Kegiatan ini sangat positif dan banyak manfaatnya untuk peningkatan kompetensi dosen dalam mengembangkan teknik pengajaran, penelitian serta pengabdian kepada masayrakat, terlebih lagi bagi dosen-dosen baru,” ujar Dr. Ardilafiza.

Rombongan Lecturer Mobility ke Universitas Bangka Belitung dan Universitas Negeri Padang. (foto:net)

Sebelumnya diberitakan, sebanyak kurang lebih 350 dosen atau 30 persen dari keseluruhan dosen UNIB disupport melaksanakan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi ke enam universitas di Pulau Sumatera yang dikemas dalam program Lecturer Mobility. Program ini bertujuan memenuhi capaian IKU-3 (Indikator Kinerja Utama Institusi Poin Ketiga), dalam upaya mewujudkan UNIB Unggul dan mempersiapkan UNIB menuju PTN-BH.

Ke 350-an dosen yang diikutsertakan pada Lecturer Mobility Periode Pertama berasal dari delapan fakultas selingkup UNIB, baik dosen senior maupun dosen baru. Mereka berkegiatan, melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi pada universitas yang dituju. Pada tanggal 29 Agustus hingga 01 September 2022, Lecturer Mobility UNIB dilaksanakan di Universitas Bangka Belitung (UBB), Universitas Negeri Padang (UNP) dan Universitas Andalas (UNAND). Berikutnya, 05 sampai dengan 08 September 2022, dilaksanakan di Universitas Sriwijaya (UNSRI), Universitas Jambi (UNJA) dan Institut Teknologi Sumatera (ITERA) Lampung.

Masing-masing rombongan berjumlah 30-35 orang dosen beserta beberapa orang tenaga kependidikan (Tendik). Kecuali rombongan yang ke UBB, kunjungan rombongan ditempuh via darat menggunakan bis dengan waktu jarak tempuh berkisar 12-15 jam. Walau terasa lelah dalam perjalanan, namun sesuai dengan penekanan yang disampaikan Rektor UNIB Dr. Retno Agustina Ekaputri, masing-masing dosen harus tetap bersemangat bekerja.

Ayo, kita harus semangat bekerja. Mari kita wujudkan UNIB Unggul, kembang dan tingkatkan kompetensi dengan bersilahturahmi, bertukar pikiran, sharing pengalaman dan cari ide-ide brilian untuk kemajuan UNIB ke depan. Diskusikan dengan dosen-dosen pada universitas yang dikunjungi tentang bagaimana mengimplementasikan MBKM secara baik, bagaimana meningkatkan penelitian dan pengabdian masyarakat serta kegiatan lain yang berhubungan dengan tri dharma perguruan tinggi,” ujar Dr. Retno Agustina Ekaputri.

Pada periode pertama ini baru 30 persen dari keseluruhan dosen UNIB yang difasilitasi dalam program Lecturer Mobility. “Ke depan kita rencanakan lebih banyak lagi dosen yang difasilitasi, baik berkelompok maupun sendiri-sendiri. Tujuannya untuk meningkatkan kompetensi, eksistensi serta membiasakan dosen berkegiatan di luar kampus dalam upaya pencapaian IKU-3 dan mewujudkan UNIB Unggul, serta meningkatkan kolaborasi antar perguruan tinggi untuk kemajuan dunia perguruan tinggi pada umumnya,” ujar Dr. Retno.[Hms1].