Jumat, 09 Desember 2022
Perguruan Tinggi

Bangun Jejaring, Tim Mahasiswa UB Diundang ke B20

Bangun Jejaring, Tim Mahasiswa UB Diundang ke B20

Olah limbah jadi uang. Ini adalah konsep BuangDisini, sebuah startup yang bergerak di bidang pengolahan limbah di Kota Malang. BuangDisini merupakan kolaborasi M. Zaidan Akbar, Hiegar Ramadani dan Konsihka Koeswara. Tiga mahasiswa asal Universitas Brawijaya ini juga berkolaborasi dengan Rezha Varianto dari Prasetya Mulya dan Arga Wicaksono dari Universitas Trisakti untuk pengembangan BuangDisini.

BuangDisini adalah satu-satunya perusahaan startup yang berkontribusi dalam B20, yang fokus pada forum investasi dan bagian dari rangkaian Presidensi G20 pada Rabu (16/11/2022) lalu. Menurut Zaidan selaku COO BuangDisini, partisipasi tim mahasiswa ini diawali ketertarikan mengenai circular economy. “Kami tertarik untuk bergabung dalam World Economic Forum, ada peluang perusahaan kami karena topiknya adalah tentang sustainable environment dan circular economy”, jelas mahasiwa FTP Angkatan 2019 ini.

Dari permohonan bergabung dalam B20 dan Ocean20, kami terpilih dan diundang oleh WEF dan masuk dalam database mereka, sehingga terdaftar dalam B20 Summit ini”, imbuhnya. Dalam kesempatan ini pula, Zaidan dan teman-teman berkesempatan untuk menjalin jejaring dengan berbagai pihak di B20.

“BuangDisini merupakan satu-satunya startup dari Kota Malang yang ikut di B20 dan O20. Ocean20 ini sendiri merupakan forum terbatas dan kami berkesempatan untuk menjadi bagian dari forum ini.”, imbuhnya. Melalui forum ini, Zaidan dan tim berkesempatan mengenalkan BuangDisini ke delegasi, baik dari dalam dan luar negeri, sekaligus membangun jejaring.

“Ada beberapa peserta yang tertarik, kami juga sedang menjalin networking dengan venture capital, manufaktur plastik, perusahaan energi terbarukan untuk penyediaan sampah, kolaborasi, kemitraan, akses dan masih banyak lagi. Dalam waktu dekat, kami akan melakukan launching aplikasi penukaran sampah plastic menjadi uang di Kota Malang, dan mewujudkan kerjasama dengan beberapa desa dan perusahaan”, pungkasnya. (humasUB)