Rabu, 07 Desember 2022
Perguruan Tinggi

Prof. Maman Setiawan: Persaingan Usaha Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Produktivitas Masyarakat

Prof. Maman Setiawan: Persaingan Usaha Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Produktivitas Masyarakat

Laporan oleh Natasya Chandra Silaban

[Kanal Media Unpad] Persaingan usaha menjadi salah satu fondasi penting untuk memahami efesiensi pasar. Ini disebabkan, pasar dengan persaingan sempurna merupakan konsep ideal yang akan menciptakan efesiensi sumber daya dan surplus ekonomi yang optimal.

Menurut Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran Prof. Maman Setiawan, S.E.,M.T., Ph.D., persaingan rendah akan cenderung tidak efisien atau memiliki produktivitas rendah karena tidak ada tekanan atau insentif untuk mencapai efisiensi dan produktivitas yang lebih baik.

Paparan tersebut Prof. Maman sampaikan saat membacakan orasi ilmiah berjudul “Persaingan Usaha Dan Pengaruhnya Terhadap Efisiensi Dan Kekuatan Pasar Di Indonesia: Pengukuran Dan Pemodelan” berkenaan dengan penerimaan jabatan Guru Besar dalam Bidang Ilmu Ekonomi, di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Kamis (17/11/2022).

Konsentrasi industri, hambatan masuk ke pasar atau mark-up perusahaan dalam suatu industri bisa dijadikan ukuran-ukuran tunggal untuk mengukur persaingan pasar secara parsial.

Lebih lanjut lagi Prof. Maman mengatakan bahwa berbagai model ekonometrika statis dan dinamis menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi industri akan mendorong semakin rendahnya efisiensi teknis dan/atau produktivitas.

“Konsentrasi industri yang tinggi selalu dihubungkan dengan perilaku kolusif yang kemudian mendorong perusahaan untuk mendapatkan keuntungan di atas normal,” kata Prof. Maman.

Tidak hanya dengan ukuran parsial, pengukuran persaingan usaha yang komprehensif juga terus berusaha dibuat untuk membantu pemerintah, khususnya KPPU dalam merumuskan kebijakan untuk meingkatkan efektivitas persaingan usaha.

Persaingan usaha setidaknya dapat diukur dengan tiga hal, yaitu: melalui aspek struktur, perilaku, dan aspek kinerja atau keluaran akhir.

“Dalam ekonomi digital dikenal konsep two-sided atau multi-sided market, yaitu kondisi di mana pembeli dan penjual berinteraksi dalam platform digital tertentu sebagai perantara” Ucap Prof. Maman.

Dijelaskan Prof. Maman, ukuran persaingan usaha seperti konsentrasi industri masih relevan digunakan pada konteks ekonomi digital, tetapi dalam interpretasi yang lebih dinamis.

“Persaingan usaha mendorong kenaikan tingkat upah dan indeks pembangunan manusia yang lebih baik,” ujar Prof. Maman.

Pengaruh persaingan usaha terhadap kesejahteraan ekonomi secara makro telah dibuktikan melalui penelitian dengan pendekatan pertumbuhan Solow dan ukuran indeks persaingan usaha yang lebih komprehensif. (arm)*